Selamat Datang di Blogserba Kunjungi jugaBlgoserba I

Geografi (Jepang)

21 November 2010 1 komentar

Slide 1 download disini
 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 2 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 3 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 4 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 5 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 6 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 7 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 8 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 9 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 10 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 11 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 12 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 13 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 14 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 15 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 16 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 17 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Slide 18 ___________________________________ 

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

___________________________________

Kategori:Ilmu Pengetahuan

Bahasa Indonesia


Disusun oleh

Nama    : Muh. Nur Ardian

SMP Negeri 9 Yogyakarta

 

 

  1. What (Peristiwa apa yang terjadi)
    Pertanyaan apa, tidak selalu menggambarkan akibat dari sesuatu tindakan. Adakalanya pertanyaan what merupakan penyebab dari suatu kejadian. What adalah apa yang akan kita tulis. Tema apa yang ingin kita ungkapkan.What yang kita tentukan ini akan menjadi dasar untuk 4W lainnya.

    Who (Siapa yang terlibat)
    Pertanyaan siapa jawabannya biasanya adalah manusia. Unsur siapa selalu menarik perhatian pembaca, apalagi manusia yang menjadi objek berita itu adalah seorang yang aktif di bidangnya. Who harus menjadi bagian yang berkaitan dengan What. Kalau kita ketemu Who yang tidak dikenal target pembaca kita, maka kita harus mengupasnya dengan baik sehingga jelas keterkaitannya dengan What.

    When (Kapan terjadi)

    Unsur waktu yang merupakan jawaban atas pertanyaan kapan terjadi, harus diingat dengan baik oleh jurnalis. Unsur waktu akan mempunyai nilai penting jika bertepatan dengan waktu yang sudah menjadi milik umum. Ini yang sering diabaikan oleh banyak penulis. Kapan kejadiannya akan memberi tambahan informasi dan imajinasi pembacanya.

    Where (Dimana kejadiannya)
    Pertanyaan dimana harus menjelaskan dengan tepat tempat suatu kejadian atau peristiwa berlangsung. Nama tempat harus digambarkan jelas yakni dengan menggambarkan ciri-cirinya. Nama tempat ini perlu dijelaskan, sebab kasus yang sama bisa pula terjadi di tempat lain. Meski kelihatannya sepele, tempat kejadian ini punya makna.

    Why (Mengapa terjadi)
    Pertanyaan mengapa, harus menjelaskan latar belakang suatu peristiwa/kejadian yang dijadikan objek berita oleh jurnalis.

    How (Bagaimana kejadiannya)
    Pertanyaan Bagaimana harus menggambarkan keadaan atau proses dan suasana atas sebuah peristiwa yang terjadi. Fakta-fakta yang terkait dengan proses terjadinya sesuatu itu harus dicatat dengan sebaik-baiknya oleh jurnalis.

     

Dari penjabaran 5W + 1H diatas diperoleh bahwa hal tersebut penting tercantum dalam suatu berita karena untuk mempermudah para jurnalis dalam menyusun berita yang hendak disamapiakan, oleh karena itu berita yang diampaikan menjadi lebih lengkap, dan tajam. Selain itu 5W + IH diperlukan untuk pembaca lebih mudah dalam mendapatkan informasi yang lengkap.

  1. Sebutkan ciri-ciri gfakta dan opini!

    Ciri-ciri fakta dan opini

Aspeknya

Ciri-ciri Opini

Ciri-ciri Fakta

Isi

Isi opini merupakan hasil pemahaman dan penilaian seseorang mengenai sesuatu hal (hal, peristiwa atau kejadian).

Isi fakta merupakan suatu peristiwa atau kejadian, benda, orang, atau entitas faktual lainnya dan selalu bersifat faktual.

Kebenaran

Kebenaran opini bersifat relatif bergantung pada waktu dan tempat, sudut pandang, dan bukti-bukti pendukung yang relevan.

Kebenaran suatu fakta seperti apa adanya

sesuai dengan konteksnya masing-masing.

Cara Pengungkapan

Berupa kalimat berita atau pernyataan

Berupa kalimat berita atau pernyataan

Wujud

Pengungkapan dalam kalimat berita atau pernyataan. Contoh ; Pada Tahun 2012, bumi diperkirakan akan hancur dan seluruh makhluk hidup akan mati akibat dari pergeseran lempengan bumi yang sangat besar.

Dalam kalimat berita atau pernyataan. Contoh ; Pada tanggal 27 November 2009,

Shalat Idul Adha yang dilaksanakan di daerah Kecamatan Situraja tepatnya di Mesjid Agung Situraja berjalan dengan lancar.

Manfaat

Bagi pendengar atau pembaca, opini membantu memahami sesuatu yang diuraikan dalam berita ataupun laporan

Bagi pendengar atau pembaca, fakta berguna untuk melengkapi informasi dan menambah pemahaman suatu konsep tertentu.

 

  1. Apa perbedaan Kritik, saran dan pendapat?

    Kritik adalah masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan.

    Saran berarti solusi untuk mencari jlan keluar setelah mengkritik.

    Pendapat juga disebut opini. Dikenal public opinion atau pendapat umum
    dan general opinion atau anggapan umum. Opini merupakan persatuan (sintesis)
    pendapat-pendapat yang banyak; sedikit banyak harus didukung orang banyak
    baik setuju atau tidak setuju; ikatannya dalam bentuk perasaan/emosi; dapat
    berubah; dan timbul melalui diskusi social.

     

  2. Apa perbedaan simpulan dan kesimpulan?

    Simpulan secara harfiah berarti ikhtisar (dari suatu pendapat atau suatu kejadian) berdasarkan apa-apa yang diuraikan di dalam karangan, pidato, dan sebagainya.

    Kesimpulan merupakan sebuah gagasan yang tercapai pada akhir pembicaraan. Dengan kata lain, kesimpulan adalah hasil dari suatu pembicaraan.

     

  3. Apa sistematis laporan?

     

    1.Tahap Persiapan
    Pada tahap awal ini harus terjawab beberapa pertanyaan penting seperti hal apa yang akan dilaporkan ? Mengapa hal itu harus dilaporkan ? Kapan laporan akan disampaiakan ? Data apa yang penting, baik sebagai data utama maupun data pendukung ? Dengan terjawabnya beberapa pertanyaan ini, maka akan dapat dirumuskan secara jelas latar belakang dan masalah laporan, tujuan laporan, target waktu laporan, data yang relevanuntuk disajikan, dan sumber-sumber data.
    2. Pengumpulan dan Penyajian Data
    Setelah itu, langkah berikutnya adalah merencanakan pengumpulan dan penyajian data. Dalam proses pengumpulan harus selalu mengacu pada permasalahan dan tujuan yang telah ditetapkan. Data yang diperoleh dari berbagai sumber, baik sumber primer maupun sumber sekunder. Setelah dikumpulkan, kemudian data itu dikelompokkan, data mana yang menjadi bahan utama dan data pendukung atau penunjang.
    dan penyajian data
    3. Sistematika Laporan
    Tahap berikutnya adalah menentukan bagian-bagian utama laporan atau lazim disebut sistematika laporan, kemudian sub-sub bagian laporan yang nantinya akan dijabarkan lebih lanjut dalam kalimat-kalimat.
    4. Penulisan Laporan
    Pada tahap penulisan laporan harus mengacu pada sistematika yang telah ditetapkan sehingga laporan tersebut dapat tersaji secara runtut, mudah dipahami, dan enak dibaca.

    4 Tanggapan ke “Tata Cara Penyusunan Laporan”

     

  4. Apa perbedaan surat dinas dan surat pribadi?

     

    1. Format surat pribadi
      1. Kota dan tanggal surat.
      2. Nama dan alamat penerimaan surat (sering kali tidak ditulis karena biasanya sudah dicantumkan pada amplop surat).
      3. Salam pembuka.
      4. Paragraf pembuka.
      5. Isi surat.
      6. Paragraf penutup.
      7. Salam penutup.
      8. Nama dan tanda tangan pengirim surat.

       

    2. Isi surat pribadi

      Apabila kamu menulis surat pasti mempunyai maksud atau tujuan. Maksud atau tujuan tersebut, biasanya tercantum dalam isi surat. Isi surat pribadi dapat bermacam- macam hal

      atau keperluan.

       

    1. Format surat Resmi

Kepala surat yang ditulis lengkap terdiri atas (a) nama instansi, (b) alamat lengkap, (c) nomor telepon, (d) nomor kotak pos, dan (e) lambang atau logo. Pada contoh di atas, kelima unsur tersebut ada pada kepala surat

Dalam penulisan kepala surat hal-hal berikut perlu diperhatikan.

1. Nama instansi tidak disingkat, misalnya Osis, tetapi Organisasi Sekolah Intra Sekolah

2. Kata jalan tidak disingkat dengan Jl. atau Jln., tetapi Jalan

dengan J kapital.

3.Kata telepon hendaknya ditulis dengan cermat, telepon; bukan tilpun, telpun, dan tidak disingkat menjadi Telp atau Tlp.

4 Kata kotak pos hendaklah ditulis dengan cermat, yaitu Kotak Pos; jangan disingkat menjadi Kotpos. Jangan pula kamu
gunakan P.O. Box atau Post Office Box.

5 Kata telepon dan kotak pos diikuti oleh nomor tanpa diantarai dengan tanda titik dua (:), sedangkan nomor-nomor yang mengikutinya ditulis dengan tanpa tanda titik atau spasi pada setiap hitungan tiga angka karena bukan merupakan

tanggal penulisan surat

Tanggal surat ditulis lengkap, yaitu tanggal ditulis dengan angka, bulan ditulis dengan huruf yang diawali huruf kapital, dan tahun ditulis dengan angka. Sebelum tanggal tidak dicantumkan nama kota, karena nama kota sudah ada pada kepala surat. Setelah tanggal tidak ada tanda baca.

Berikut contoh penulisan tanggal yang salah

Surabaya : 16 Januari 2008

Surabaya, 16 Januari 2008

16 -01-2008

16 Jan 2008

nomor, lampiran, dan hal surat

Kata nomor, lampiran, dan hal ditulis dengan diawali huruf kapital dan diikuti dengan tanda titik dua (:) yang ditulis secara estetik sesuai dengan panjang ketiga kata tersebut.

Kata nomor dan lampiran dapat disingkat secara taat asas dengan No. dan Lamp.

Penulisan Nomor Yang Salah

Penulisan Nomor Yang Benar

Nomer: 110/U/OSIS/2007,-

Nomor: 110/U/OSIS/2007

No: 110/U/OSIS/2007,

No: 110 / U /OSIS / 2007

Nomor: 110/U/OSIS/2007

Nomor: 110.U.OSIS.2007

Kata Lampiran atau Lamp. diikuti tanda titik dua (:) dan disertai jumlah barang yang dilampirkan. Jumlah barang ditulis dengan huruf, bukan dengan angka, dan tidak diakhiri dengan tanda baca. Awal kata yang menyatakan jumlah ditulis dengan huruf kapital.

Penulisan Lampiran Yang Tidak Dianjurkan

Penulisan Lampiran Yang dianjurkan

Lampiran: 1 berkas

Lampiran: Satu berkas

Lamp: 1 (Satu) berkas

Lamp: Satu berkas

Kata hal diikuti oleh tanda titik dua dan disertai dengan pokok surat yang diawali dengan huruf kapital tanpa diberi garis bawah dan tidak diakhiri tanda baca. Pokok surat hendaknya dapat menggambarkan pesan yang ada pada isi surat.

Penulisan Hal Yang Tidak Dianjurkan

Penulisan Hal Yang dianjurkan

Hal : Permohonan Izin mengadakan studi banding

Hal : Permohonan izin

Hal : Perpanjangan Izin Penelitian

Hal : Permintaan data lomba desa

2008

Hal : Perpanjangan izin penelitian

Hal : Permintaan data lomba desa 2008

Hal : Petunjuk Pembinaan Desa

Tertinggal

Hal : Petunjuk pembinaan desa tertinggal

alamat tujuan

Dalam menuliskan alamat surat, hal-hal berikut perlu diperhatikan.

1. Penulisan nama penerima surat harus cermat dan lengkap sesuai dengan kebiasaan si pemilik nama menulis namanya.

2. Nama diri penerima surat ditulis dengan huruf kapital pada awal setiap unsurnya, bukan huruf kapital semua.

3. Penulisan alamat surat juga harus cermat, lengkap, dan informatif.

. Untuk menyatakan yang terhormat pada awal nama penerima surat cukup ditulis Yth. Dengan huruf awal huruf kapital disertai dengan tanda titik. Penggunaan kata kepada sebelum nama diri tidak diperlukan karena kepada merupakan kata penghubung antar bagian kalimat yang menyatakan arah. Alamat pengirim juga tidak perlu memakai kata dari yang menyatakan asal.

5. Kata Saudara ditulis dengan disingkat, Sdr., sedangkan kata Bapak dan Ibu ditulis lengkap, tanpa disingkat.

6. Jika nama orang yang dituju bergelar akademik sebelum namanya, seperti Dr., dr., atau Drs., atau memiliki pangkat seperti kolonel atau kapten, kata sapaan Bapak, Ibu, Sdr tidak digunakan.

7. Jika yang dituju nama jabatan seseorang, kata sapaan tidak digunakan agar tidak berhimpit dengan gelar, pangkat, atau jabatan.

8. Kata jalan pada alamat surat tidak disingkat. Alamat yang lebih sempit dengan alamat yang lebih luas tingkatannya diantarai dengan tanda koma.

9. Nama alamat yang dituju hendaklah nama orang yang disertai dengan nama jabatannya, atau nama jabatannya saja, dan bukan nama instansinya.

Penulisan Alamat yang Tidak Dianjurkan

Penulisan Alamat yang Dianjurkan

KEPADA

Yth. Bpak. Biro Tata Usaha

Kantor Pemda Tingkat I Jatim

Jln. Pahlawan Nomor 2

SURABAYA

Kepala Biro Tata Usaha

Kantor Pemerintah Daerah

Kantor Pemerintah Daerah

Tingkat I

Propinsi Jawa Timur

Jalan Pahlawan 2

S u r a b a y a

salam pembuka dan penutup

Contoh salam pembuka adalah sebagai berikut:

Salam sejahtera,

Saudara…,

Ibu… yang terhormat,

Di samping itu ada salam yang bersifat khusus,

Assalaamu’alaikum W.W.,

Salam Pramuka,

Salam Perjuangan,

Merdeka,

Salam penutup yang lazim adalah sebagai berikut.

Hormat saya,

Hormat kami,

Salam takzim,

Wassalam,

isi surat (tubuh surat)

Secara garis besar, isi surat dapat dikelompokkan menjadi bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup.

Contoh bagian pembuka

1. Pada tanggal 5 Februari 2007 kami akan menyelenggarakan lomba pembacaan puisi. Tujuan lomba adalah ….

2. Pernyataan Saudara yang tertera pada surat Saudara tanggal 25 Januari 2007, No. 29/Pr./H/I/2007 akan kami jawab sebagai berikut.

Contoh bagian penutup

1. Atas perhatian Saudara kami sampaikan terima kasih.

2. Demikian permohonan kami. Atas perhatian dan perkenan Bapak, kami menyampaikan terima kasih.

Contoh penulisan paragraf penutup yang tidak dianjurkan:

1. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.

2. Demikian harap maklum.

3. Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, dihaturkan beribu-ribu terima kasih.

 

Penulisan pengirim surat perlu memperhatikan hal-hal berikut

1. Nama tidak perlu ditulis dengan huruf kapital seluruhnya, cukup ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama tiap unsurnya.

2. Nama tidak perlu diberi tanda kurung, digarisbawahi

 

Kebenaran

Cara pengungkapan

Wujud

Manfaat

Kategori:Ilmu Pengetahuan

Kerucut


KERUCUT

Kerucut adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah sisi alas berbentuk lingkaran dan sebuah sisi lengkung.

  • Unsure Kerucut

    Kerucut memiliki 1 titik sudut, 1 rusuk dan 2 sisi .


Unsur-unsur kerucut adalah sebagai berikut.

  1. Sisi alas berbentuk lingkaran berpusat di titik A.
  2. AC disebut tinggi kerucut.
  3. Jari-jari lingkaran alas, yaitu AB dan diameternya BB’ = 2AB.
  4. Sisi miring BC disebut apotema atau garis pelukis.
  5. Selimut kerucut berupa bidang lengkung.
  • Luas dan Volume Kerucut
    • Volume Kerucut

      Karena alas kerucut berbentuk lingkaran maka luas alasnya adalah luas lingkaran. Dengan demikian, volume kerucut dapat dirumuskan sebagai berikut.
      V =1/3πr2 t
      dengan V = Volume kerucut
      r = jari-jari lingkaran alas
      t = tinggi kerucut

      Karena r = 1/2 d (d adalah diameter lingkaran) maka bentuk lain rumus volume kerucut adalah sebagai berikut.

      Volume kerucut = 1/12πd2t

    • Luas Kerucut

      Gambar disamping menunjukkan sebuah kerucut dengan puncak P, tingginya t, jari-jari lingkaran alas r, dan garis pelukis kerucut s. Jaring-jaring kerucut dapat digambarkan dengan cara berikut.

  1. Buatlah juring lingkaran dengan sudut 1200 pada suatu kertas, kemudian potong juring tersebut.
  2. Buatlah suatu kerucut dengan menghubungkan garis pelukis PQ ke PQ’.
  3. Jiplaklah lingkaran alas kerucut yang terbentuk pada suatu kertas.
  4. Buka kembali kerucut dan jiplakkan tepat di atas lingkaran alas.

    Jika gambarmu benar, akan diperoleh suatu jaring-jaring kerucut berikut.

  5. lingkaran alas dengan pusat O dan jari-jari r;
  6. selimut kerucut yang berupa juring lingkaran PQQ’ dengan jari-jari adalah garis pelukis selimut s dan panjang busur = 2πr.

    Untuk mendapatkan luas juring PQQ’, perhatikan uraian berikut. Jari-jari juring PQQ’ = t. Lingkaran dengan jari-jari r mempunyai keliling = 2πs dan luas = πs2 sehingga diperoleh:

    Jadi, luas selimut kerucut = luas juring PQQ’ = πrs

    Telah diketahui bahwa jaring-jaring kerucut terdiri atas selimut kerucut dan lingkaran alas sehingga luas sisi kerucut dapat dirumuskan sebagai berikut.

    Luas sisi kerucut = luas selimut kerucut + luas lingkaran alas
    = πrs + πr2
    = πr(s + r)

    Untuk setiap kerucut dengan panjang garis pelukiss dan jari-jari alas kerucut r berlaku rumus berikut.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa:

  • Luas selimut kerucut

  • Luas sisi kerucut

  • Luas Selimut dan Volume Kerucut Terpancung (Tambahan)

     

  1. Luas selimut terpancung
    Luas selimut kerucut terpancung adalah luas kerucut besar dikurangi luas selimut kerucut kecil. Kerucut besar ACC’ mempunyai tinggi t1, jari-jari r, dan apotema s1. Sedangkan kerucut kecil ABB’ mempunyai tinggi t2, jari-jari r2, dan apotema s2. Luas selimut kerucut terpancung adalah luas selimut kerucut besar dikurangi luas selimut kecil.

  2. Volume Kerucut Terpancung

    Volume kerucut terpancung adalah volume kerucutbesar dikurangi volume kerucut kecil

Contoh Soal :

  1. Sebuah kerucut mempunyai panjang jari-jari alasnya 6 cm dan tingginya 8 cm. Hitunglah luas sisi kerucut tersebut ( π = 3,14).

    Jawab :
    Jari-jari alas = r = 6cm
    Tinggi kerucut = t = 8 cm
    s2 = r2 + t2
    s2 = 62+ 82 = 36 + 64 = 100
    s =√100 = 10
    Luas sisi kerucut = πr(r + s)
    = 3,14 x 6 x (6 + 10) = 3,14 x 6 x l6 = 301,44

    Jadi. luas sisi kerucut adalah 301,44 cm2

  2. Sebuah kerucut mempunyai jari-jari 9 cm dan tinggi 4 cm. Hitunglah volume kerucut tersebut (π = 3,14)l
    Jawab:
  3. Disusun oleh:

    Muh. Nur Ardian

SMP Negeri 9 Yogyakarta

Kategori:Ilmu Pengetahuan

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia


Rangkuman Materi Bahasa Indonesia

 

Disusun oleh:

Nama    : Muh. Nur Ardian

SMP Negeri 9 Yogyakarta

 

  1. Menggunakan Imbuhan –man, -wan,dan -wati.

    Imbuhan –wan, -man, dan –wati berasal dari bahasa Sansekerta –van dan –vati. Kata-kata berimbuhan –wan dan –wati termasuk kata benda. Imbuhan –wati merujuk pada perempuan sedangkan imbuhan –wan merujuk pada laki-laki. Imbuhan –man merupakan variasi bentuk/alomorf dari imbuhan –wan. Akan tetapi imbuhan –man penggunaanya tidak produktif. Imbuhan tersebut dapat merujuk pada laki-laki atau perempuan.

  • Contoh:
  1. Ardian menjadi hartawan baru setelah bisnis yang baru dirintis telah sukses.
  2. Baju itu terlihat menawan ketika dipakai peragawati.
  3. Seniman memiliki gaya hidup yang bebas.

 

  1. Menggunakan Partikel pun dan Kata Seru.
    1. Partikel pun
      1. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya, yang berarti juga atau jua.
  • Contoh:

    Ketika terjadi gempa, mereka pun ikut lari menyelamatkan diri.

  1. Selain bentuk pun sebagai partikel, ada juga bentuk pun yang bukan partikel, cirinya adalah bentuk itu sebenarnya tidak memiliki arti, dan penulisannya dipadukan dengan kata yang mendahuluinya.
  • Contoh:

    Walaupun mahal, sepeda itu tetap saja dibelinya.

  1. Kata Seru/Interjeksi

    Kata Seru/Interjeksi adalah kata tugas untuk mengungkapkan rasa hati manusia. Untuk memperkuat rasa hati sedih, heran, dan jijik seseorang memakai kata tertentu disamping kata yang mengandung makna pokok yang dimaksud.

     

    Contoh kata seru interjeksi :

Interjeksi Negatif

Interjeksi Positif

Interjeksi Keheranan

Interjeksi Netral

cih, cis, bah, ih, idih, brengsek, sialan

Alhamdulillah, insya Allah, syukur, amboi, asyik, aduhai

Astaghfirullah, masya Allah, ai, lho

Ayo, hai, halo, he, wahai, astaga, wah, nah, ah, eh, oh, ya, aduh, hem

 

Conoth penggunaan kata interjeksi:

  1. “Alhamdulillah, aku dapat nilai kelulusan yang sempurna” kata Ardian sambil sujud syukur.
  2. Sialan, maling itu berhasil mencuri sepatu di sekolah itu!
  3. Lho, kamu kan Paijo, teman aku semasa TK dulu!

     

  1. Menggunkan Kata-kata Asing yang Diserap ke dalam Bahasa Indonesia.

    Penyerapan kata-kata asing terjadi karena hal berikut:

    1. Kata asing tersebut dianggap lebih cocok konotasinya.
    2. Bercorak internasional.
    3. Lebih singkat dari pada terjemahannya.
    4. Mempermudah cra kesepakatannya karena dalam bahasa Indonesia sinonim terlalu banyak.

     

    Berdasar taraf integerasinya, unsure serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas empat golongan yakni:

    1. Adopsi

      Pemakaian bahasa yang mengambil bentuk dan makna kata asing tersebut secara keseluruh.

  • Contoh:

    Terlepas dari ada beberapa ejaan yang luput dari koreksi editor , secara keseluruhan, saya rasa buku ini memang perlu dibaca.

  1. Adaptasi

    Pemakaian bahasa yang mengambil makna kata itu, sedangkan ejaan dan cara penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia.

  • Contoh:

    Maka rasanya wajar bila Budi Darma ,menyamakan pekerja seni yang baik pada dasarnya juga intelektual yang baik. (intelektual è intellectual)

  1. Terjemahan

    Dibagi menjadi:

    1. Terjemahan langsung, yaitu kosakata dari bahasa asing itu dicarikan padanan dalam bahasa Indonesia.
  • Contoh:

    Air port è bandar udara

    Joint venture è usaha patungan

  1. Terjemahan konsep, yaitu kosakata asing diteliti baik-baik konsepnya, kemudian dicarikan kosakata bahasa Indonesia yang konsepnya mirip dengan kosakata asing tersebut.
  • Contoh:

    Vendor è penjual

    Green house è rumah kaca

  1. Kreasi

    Cara kreasi tidak menurut bentuk, yang mirip seperti aslinya ditulis dalam dua pertiga kata sedangkan dalam bahasa Indonesia satu kata saja.

  • Contoh:

    Korupsi è penyalahgunaan keuangan

    Kolusi è persekongkolan

    Handphone è telepon genggam

     

  1. Menggunakan Ungkapan dan Peribahasa.
    1. Ungkapan

      Ungkapan adalah kelompok kata atau gabungan kata menyatakan makna khusus (makna unsur-unsurnya seringkali menjadi kabur)

  • Contoh:

    Sukimin banting tulang setiap hari untuk menafkai anak istrinya. (banting tulang = kerja keras)

  1. Peribahasa

    Peribahasa adalah kalimat ringkas padat yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.

  • Contoh:

    Seperti mencari jarum ditumpukan jerami, artinya suatu pekerjaan atau suatu perkara yang sulit.

    Tiada gading yang tak retak, artinya tidak ada sesuatu yang sempurna.

  1. Menggunakana Kalimat Inversi secara Tepat.
    1. Adik (S) sedang menyanyi (P).
    2. Mereka (S) mengikuti (P) lomba mewarnai (O).
    3. Usai mewarnai (ket. Waktu), anak-anak polosini (S) langsung membubarkan diri (P).

       

      Dilihat dari posisi subjek dan predikatnya ketiga kalimat tersebut berpola S-P atau subjek ada di depan predikat. Ini menunjukkan fungsi subjek lebih penting daripada predikat. Akan tetapi, ada kalanya unutk menekan pentingnya informasi pada predikat, kalimat disusun dengan pola P-S. Ini berarti funsi predikat ada di depan subjek.,

      Karena berpola P-S, kalimat-kalimat itu disebut kalimat susun balik atau kalimat inverse. Kalau yang akan diinversikan bukan kalimat yang berpola S-P melainkan S-P-O atau S-P-O-K, yang mendekati fungsi predikat dan objek harus ditempatkan di depan subjek.

  • Contoh kalimat inversi:
  1. Sedang menyanyi (P) adik (S).
  2. Mengikuti (P) lomba mewarnai (O) mereka (S).
  3. Langsung membubarkan diri (P) usai mewarnai (ket. Waktu) anak-anak polos ini (S)

 

  1. Unsur Syair, Pantun dan Cerpen.
    1. Syair

      Syair tergolong sebagai jenis puisi lama. Syair diadopsi dari bentuk puisi Arab.

      Dari segi bentuk, syair memiliki perbedaan dengan jenis puisi lainnya.

      Cirri-ciri syair

No.

Ciri-ciri fisik syair

Keterangan

1.

Jumlah kata tiap baris

Satu baris biasanya terdiri dari 4 – 6 kata.

2.

Jumlah baris tiap bait

Tiap bait terdiri dari 4 baris.

3.

Pola persajakan/rima

a – a – a – a

4.

Baris yang merupakan sampiran

Tidak ada baris sampiran. Semuanya adalah baris isi

 

Unsur syair

  • Tema

    Gagasan pokok yang menjadi ide penulisan syair tersebut

  • Amanat

    Pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembacanya.

  1. Pantun

    Unsur Pantun

No.

Ciri-ciri fisik pantun

Keterangan

1.

Jumlah kata tiap baris

Satu baris biasanya terdiri dari 8 – 12 kata.

2.

Jumlah baris tiap bait

Tiap bait terdiri dari 4 baris.

3.

Pola persajakan/rima

a – b – a – b

4.

Baris yang merupakan sampiran

ada baris sampiran(1,2) ada baris isi (3,4)

 

  1. Cerpen
    1. Unsur Instrinsik
  • Tema è gagasan pokok yang diangkat sebagai ide cerita.

    Contoh: percintaan, kesetiakawanan, persahabatan, dsb.

  • Latar è menunjukan kepada waktu dan tempat berlangsung kisah cerita itu.

    Contoh: di sebuah bukit pada pagi hari.

  • Penokohan atau Perwatakan è cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita.

    Dalam menyampaikan karakter tokoh melalui:

    • Penokohan langsung yaitu dalam menuturkan ceritanya, pengarang menyebutkan secara langsung perwatakan tokohnya.
    • Penokohan tidak langsung yaitu dalam menuturkan ceritanya, pengarang tidak secara langsung menyebutkan perwatakan tokohnya.
  • Alur è jalinan peristiwa yang sambung-menyambung membentuk satu-kesatuan cerita.
  • Sudut Pandang èposisi pengarang pada saat menuturkan cerita.

    Sudut pandangan ini ada beberapa jenis, tetapi yang umum adalah:

    • Sudut pandangan orang pertama. Lazim disebut point of view orang pertama. Pengarang menggunakan sudut pandang “aku” atau “saya”. Di sini yang harus diperhatikan adalah pengarang harus netral dengan “aku” dan “saya”nya.
    • Sudut pandang orang ketiga, biasanya pengarang menggunakan tokoh “ia”, atau “dia”. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; “Aisha”, “Fahri”, dan “Nurul” misalnya.
    • Sudut pandang campuran, di mana pengarang membaurkan antara pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya. Seluruh kejadian dan aktivitas tokoh diberi komentar dan tafsiran, sehingga pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang diceritakan. Dalam “Sekelumit Nyanyian Sunda” Nasjah Djamin sangat baik menggunakan teknik ini.
    • Sudut pandangan yang berkuasa. Merupakan teknik yang menggunakan kekuasaan si pengarang untuk menceritakan sesuatu sebagai pencipta. Sudut pandangan yang berkuasa ini membuat cerita sangat informatif. Sudut pandanga ini lebih cocok untuk cerita-cerita bertendens. Para pujangga Balai Pustaka banyak yang menggunakan teknik ini. Jika tidak hati-hati dan piawai sudut pandangan berkuasa akan menjadikan cerpen terasa menggurui.

     

  • Amanat è ajaran moral atau pesan dikatis yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karyanya.
  1. Unsur ekstrinsik

    Unsur-unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Secara lebih khusus lagi ia dapat dikatakan sebagai unsur-unsur yang mempengaruhi bangun cerita sebuah karya sastra, tetapi tidak menjadi bagian di dalamnya.

    Contohnya:

  • Asal daerah pengarang
    Pengarang novel yang asalnya dari Jawa, maka novel atau hasil karyanya cenderung dipengaruhi oleh budaya Jawa.
  • Kepercayaan yang dianut
    Pengarang novel yang menganut agama Islam, maka dalam novelnya ia cenderung bercerita sesuai dengan keyakinannya.
Kategori:Ilmu Pengetahuan

Profile Superman Is Dead


Superman Is Dead (disingkat SID) adalah sebuah grup musik dari Bali, bermarkas di Poppies Lane II – Kuta. Grup musik ini beranggotakan tiga pemuda asal Bali, yaitu: Bobby Kool sebagai gitaris dan vokalis, Eka Rock sebagi bassis, dan Jerinx sebagai drummer.

Pada awal mula kemunculan, sekitar akhir tahun 1995, SID terpengaruh gaya musik dari band-band asing sepertiGreen Day dan NOFX. Di kemudian hari, inspirasi musikal SID bergeser ke genre Punk ‘n Roll à la grup musikSupersuckersLiving End dan Social Distortion.

Penggemar Superman Is Dead disebut Outsiders bagi yang laki-laki dan Lady Rose bagi yang perempuan.

sumber dskripsi: wikipedia

Lagu-lagunya:

Kuat Kita Bersinar

Jika Kami Bersama

Saint Of My Life

Kategori:Lagu-Lagu

Akibat Agresi Militer Israel


Wina – Infopalestina: Sahabat untuk Kemanusiaan Internasional atau Friends of Humanity International (HumanRights Organization) yang berkantor di Wina Austria, Selasa (20/01), mengeluarkan laporan tentang aksi-aksi pasukan Zionis Israel yang menghancurkan rumah-rumah ibadah selama agresi yang dilancarkan ke Jalur Gaza.

Organisasi HAM dunia ini dalam laporannya, sebagaimana diterima koresponen Infopalestina salinannya, mengatakan bahwa “selama serangan Israel yang mengenai banyak warga sipil Palestina dan lokasi-lokasi sipil Palestina lainnya, pasukan penjajah Israel secara sengaja, sebagaimana diakui para pejabat Israel, telah menggempur rumah-rumah ibadah di Jalur Gaza dengan rudal dan senjara beratnya, bersama orang-orang yang sedang beribadah di dalamnya di sebagian kejadian. Hal ini dilakukan Israel dalam perang menyeluruh terhadap Jalur Gaza.”

Organisasi ini memberikan data yang mendokumentasikan nama-nama dan lokasi 27 masjid yang dihancurkan oleh militer Israel sejak dimulai agresi ke Jalur Gaza pada 27 Desember 2008 lalu. Masjid-masjid tersebut disebutkan nama-namanya sebagaimana dikenal oleh orang-orang Palestina. Dijelaskan nama masjid, lokasi dan realita serangan yang terjadi di setiap masjid serta dampak yang ditimbulkan akibat aksi penghancuran Israel tersebut.

Organisasi HAM dunia ini juga menyebutkan puluhan masjid lain yang mengalami kerusakan lebih ringan akiabt serangan pasukan Israel ke rumah-rumah atau institusi-insititusi sipil yang bersebelahan dengan masjid-masjid di Jalur Gaza. Pasukan Israel juga menghancurkan banyak mushala (lebih kecil dari masjid) yang ada di gedung-gedung departemen, yayasan, gelanggang olah raga, kantor polisi dan di institusi-institusi sipil lainnya yang menjadi target gempuran dan bombardemen Israel.

Sahabat untuk Kemanusiaan Internasional mengecam serangan Israel terhadap warga sipil dan rumah-rumah ibadah. Pihaknya menilai, “Serangan terhadap masjid-masjid dan institusi-institusi sipil painnya oleh pasukan penjajah Israel merupakan penistaan besar terhadap kehormatan masjid, rumah ibadah dan institusi-institusi sipil.” Organisasi HAM dunia ini mengatakan, “Hal itu tidak aneh pada pasukan penjajah Israel yang terus melakukan kejahatan perang setiap hari terhadap rakyat Palestina. Dengan senjata-senjata berat, mereka menyerang anak-anak, kaum wanita, orang tua dan rumah-rumah yang aman dalam perang mereka terhadap orang-orang Palestina.”

Apa yang dilakukan Israel saat ini, menurut organisasi HAM ini, selaras betul dengan apa yang dilakukan milisinya di tanah Palestina di wilayah green line pada tahun 1940-an yang lalu. Mereka menghancurkan ribuan rumah ibadah dan tempat-tempat sacral. Aksi-aksi semacam ini persis dengan aksi-aksi milisi Serbia yang melakukan pembantaian dalam perangnya terhadap rakyat Bosnia dan Herzigoslava pada tahun 1990-an lalu serta penghancuran yang mereka lakukan terhadap rumah-rumah ibadah di sana.”

Sahabat untuk Kemanusiaan Internasional mengatakan, “Klaim-klaim penjajah tentang adanya orang-orang bersenjata Palestina di dalam masjid adalah kebohongan.” Buktinya adalah “mereka yang berlindung di masjid-masjid adalah mereka yang rumah-rumahnya dihancurkan penjajah Israel, kebanyakan adalah anak-anak, kaum wanita dan orang tua.” (seto)

sumber: ceria game

Kategori:Uncategorized

Menuliskan Kembali Cerita Anak


Nama    : Muh. Nur Ardian

Kelas    : VIIA

No    : 28

Data Sumber    :

Buku    : Tito Perintis Desa Teladan

Ketebalan    : 72 hlm

Lebar    : 15 cm

Tinggi    : 20,5 cm

Tito Perintis Desa Teladan

 

  1. Mengidentifikasi perilaku/kebiasaan tokoh

 

Tokoh 

Sifat 

Tito (tokoh utama) 

Pekerja keras, kreatif, tidak berpangkutangan, tidak mudah putus asa, pintar, tidak sombong, mau mendengarkan nasihat, berfikir maju, pecinta alam, patuh terhadap orangtua, pemalu, dsb.

Gito 

Pekerja keras, patuh terhadap orangtua 

Gendut 

Pemalas, penakut, mudah putus asa, dsb.

Danu 

Optimis, penyemangat, patuh terhadap orang tua, dsb. 

Dono 

Suka berangan-angan 

Pak Mamat 

Pemikir, pintar, mampu memberikan pemecahan masalah, penyemangat, tidak mudah putus asa, pemberi nasihat, dsb. 

Pak kepala desa 

Pemberi motivasi 

 

  1. Menuliskan kehidupan anak.

 

Tito bersama kawannya berangan-angan, Tito mengangankan bahwa desanya yang gersang esok akan menjadi desa yang maju. Tito bukan sebatas berangan-angan dia juga mencari solusi untuk mencapai cita-cita mulya tersebut. Diapun bertanya pada pamannya, namun paman menyuruh Tito untuk nertanya kepada Pak Mamat. Titopun mengurungkan niatnya karena malu. Barulah setelah Pak Mamat datang kerumahnya, dia menyapaikan gagasan tersebut. Pak Mamat pun menanggapinya, dia juga meminta Tito untuk mengikuti lomba mengarang. Titopun mengangkat cerita rakyat “Legenda Telaga Sinting” dalam lomba mengarang tersebut. Untuk menyempurnakan karangannya Tito pergi ke Telaga Sinting. Namun saat mengamati telaga tersebut dia malah melihat sumber mata air. Selesai mengarang Tito dan teman-teman kembali untuk memeriksa sumber mata air tersebut. Setelah dipastikan bahwa mata air tersebut memang ada mereka melaporkan kepada kepala desa. Kepala Desapun merespon dengan baik, yaitu hari esoknya Kepala Desa dan para anak-anak tadi memastikan laporan tersebut. Akhirnya penduduk desa tersebut mencari sumber mata air tersebut untuk dialirkan. Jasa Tito tidak hanya itu dia juga mempelopori penghiasan telaga tersebut. Dengan cara mencari mata air lain dan membendungnya dan membentuk telaga yang indah dan bermanfaat. Sehingga desa tersebut menjadi desa teladan dan dikunjungi banyak orang seperti yang diharapkan Tito

  1. Mengaitkan peristiwa yang terjadi dengan realitas kehidupan.

 

Sudah jarang anak seperti Tito pada masa sekarang. Hal tersebut diakibatkan oleh orang tua yang terlalu memanjakan anaknya. Hal tersebut diperparah dengan sifat anak yang malas dan suka bermain game hingga lupa waktu. Masih baik jika anak bermain permainan yang dapat mengasah kreativitas dan otot. Hal-hal tersebutlah yang membuat kreativitas mereka luntur dan kurng termotivasi karena yang dia mita pasti diberikan oleh orangtua mereka. Malahan anak-anak yang seperti Tito kebanyakan muncul dari keluarga yang ekonominya lemah, namun juga tidak sedikit anak yang seperti Tito yang dari keluarga mampu. Itu terjadi karena anak yang dari keluarga ekonominya rendah mempunyai keinginan/motivasi yang kuat untuk merubah nasib keluarganya. Sedangkan anak yang dari keluarga yang kaya merasa kenginan dirinya sudah terpenuhi sehingga kurang termotifasi untuk belajar, menciptakan sesuatu yang baru dll.

 

 

 

Kategori:Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.