Beranda > Ilmu Pengetahuan > Makalah Zat Gizi yang Dibutuhkan Manusia

Makalah Zat Gizi yang Dibutuhkan Manusia

MAKALAH

ZAT GIZI YANG DIBUTUHKAN MANUSIA

Disusun Oleh:

Muh. Nur Ardian (28/8A)

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 9 YOGYAKARTA

Jln. Ngeksigondo 30 Kotagede 55172 Telp (0274) 371168

Kata Pengantar

Kami panjatkan puji dan syukur Alhamdullillah kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatNYA, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Zat gizi yang dibutuhkan manusia” dengan tepat waktu. Makalah ini membahas tentang zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dibutuhkan manusia unuk kelangsungan hidup. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata pelajaran IPA (Bologi).

Untuk menjaga tubuh kita supaya tetap sehat terlebih dahulu harus mengetahui hal-hal apa saja yang dibutuhkan tubuh kita. Sehubungan dengan hal tersebut, maka makalah ini disusun.

Penyusun mengucapkan terimaksih kepada pihak-pihak yang telah membantu lancarnya penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna sebagai sumber refrensi lain dalam kegiatan pembelajaran.

Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. Oleh sebab itu kritik dan saran selalu penyusun nantikan untuk perbaikan makalah ini.

Penyusun

DAFTAR ISI

Sampul Depan…………………………………………………………………………………………………………………    i

Kata Pengantar……………………………………………………………………………………………………………….    ii

Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………………………….    iii

Bab I Pendahuluan ………………………………………………………………………………………………………..    1

  1. Latar Belakang ………………………………………………………………………………………………….    1
  2. Rumusan Masalah …………………………………………………………………………………………….    1
  3. Tujuan ……………………………………………………………………………………………………………    2

Bab II Isi Makalah ……………………………………………………………………………………………………………    3

  1. Karbohidrat …………………………………………………………………………………………………….    3
  2. Lemak …………………………………………………………………………………………………………….    5
  3. Protein …………………………………………………………………………………………………………..    6
  4. Vitamin …………………………………………………………………………………………………………..    8
  5. Mineral …………………………………………………………………………………………………………..    10
  6. Air ………………………………………………………………………………………………………………….    12

Bab III Pentup …………………………………………………………………………………………………………………    14

  1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………………………………..    14
  2. Saran ……………………………………………………………………………………………………………….    16

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

IPA sendiri berasal dari kata sains yang berarti alam. Sains menurut Suyoso (1998:23) merupakan “pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis tiada henti-hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur, sistematis, berobjek, bermetode dan berlaku secara universal”.

Menurut Abdullah (1998:18), IPA merupakan “pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain”.

Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah dan dididapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus di sempurnakan.

Dalam pembelajaran IPA mencakup semua materi yang terkait dengan objek alam serta persoalannya. Ruang lingkup IPA yaitu makhluk hidup, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya. IPA terdiri dari tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Pada aspek Fisika IPA lebih memfokuskan pada benda-benda tak hidup. Pada aspek Biologi IPA mengkaji pada persoalan yang terkait dengan makhluk hidup serta lingkungannya. Sedangkan pada aspek Kimia IPA mempelajari gejala-gejala kimia baik yang ada pada makhluk hidup maupun benda tak hidup yang ada di alam. Pada makalah ini difokuskan pada ilmu biologi. Berdasarkan uraian diatas maka pengetahuan ipa dapat diterapkan dalam berbagai hal/masalah. Dibawah ini ada masalah yang dapat diselesaikan dengan pengetahuan IPA

Banyaknya penyakit dikarenakan tidak terpenuhi gizi untuk tubuh yang disebabkan dari ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya gizi. Hal itu mendorong kita untuk menyadarkan masyarakat tersebut.

Oleh karena itu Pada kesempatan kali ini akan membahas gizi yang dibutuhkan manusia untuk kelangsungan hidup. Tema ini dipilih selain sebagai pelaksanaan tugas dari guru namun menjadi penting karena untuk mencari solusi terbaik terhadap permasalah diatas.

  1. Rumusan Masalah

    Makalah ini dibuat berdasarkan dari pertanyaan berikut:

  • Zat gizi apa saja yang dibutuhkan manusia?
  • Dimanakah zat gizi tersebut ditemukan?
  • Apa saja fungsi dari zat gizi tersebut bagi manusia?
  • Apa saja akibat yang ditimbulkan bagi tubuh manusia apabila kekurangan Zat gizi tersebut?
  1. Tujuan

    Dalam membuat makalah ini penyusun memiliki tujuan sebagai berikut :

  • Melaksanakan tugas dari mata pelajaran IPA (Biologi).
  • Pembaca dapat mengetahui dan mendalami ilmu yang terkandung dalam makalah ini.
  • Menambah refrensi dalam pembelajaran IPA (Biologi).

BAB II ISI MAKALAH

  1. Karbohidrat

    Karbohidrat (‘hidrat dari karbon’, hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani σάκχαρον, sákcharon, berarti “gula”) adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat tersusun dari karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O) dengan komposisi CnH2nOn

    Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis.[2] Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air.[3] Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus, atau sulfur.

    Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Banyak karbohidrat merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang, disebut polisakarida, misalnya pati, kitin, dan selulosa. Selain monosakarida dan polisakarida, terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida).

  • Peran dalam biosfer

Pada proses fotosintesis, karbon dioksida diubah menjadi karbohidrat yang kemudian dapat digunakan untuk mensintesis materi organik lainnya. Karbohidrat yang dihasilkan oleh fotosintesis ialah gula berkarbon tiga yang dinamai gliseraldehida 3-fosfat. Senyawa ini merupakan bahan dasar senyawa-senyawa lain yang digunakan langsung oleh organisme autotrof, misalnya glukosa, selulosa, dan pati.

  • Peran sebagai bahan bakar dan nutrisi

Kentang merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung banyak karbohidrat.

Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Misalnya, pada vertebrata, glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengambil tenaga yang tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses respirasi selular untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain itu, kerangka karbon monosakarida juga berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organik kecil lainnya, termasuk asam amino dan asam lemak.

Sebagai nutrisi untuk manusia, 1 gram karbohidrat memiliki nilai energi 4 Kalori.[5] Dalam menu makanan orang Asia Tenggara termasuk Indonesia, umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi, yaitu antara 70–80%. Bahan makanan sumber karbohidrat ini misalnya padi-padian atau serealia (gandum dan beras), umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), dan gula.

Namun demikian, daya cerna tubuh manusia terhadap karbohidrat bermacam-macam bergantung pada sumbernya, yaitu bervariasi antara 90%–98%. Serat menurunkan daya cerna karbohidrat menjadi 85%.[7] Manusia tidak dapat mencerna selulosa sehingga serat selulosa yang dikonsumsi manusia hanya lewat melalui saluran pencernaan dan keluar bersama feses. Serat-serat selulosa mengikis dinding saluran pencernaan dan merangsangnya mengeluarkan lendir yang membantu makanan melewati saluran pencernaan dengan lancar sehingga selulosa disebut sebagai bagian penting dalam menu makanan yang sehat. Contoh makanan yang sangat kaya akan serat selulosa ialah buah-buahan segar, sayur-sayuran, dan biji-bijian.

Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh[rujukan?], berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

  • Peran sebagai cadangan energi

Sementara itu, hewan menyimpan polisakarida yang disebut glikogen. Manusia dan vertebrata lainnya menyimpan glikogen terutama dalam sel hati dan otot. Penguraian glikogen pada sel-sel ini akan melepaskan glukosa ketika kebutuhan gula meningkat. Namun demikian, glikogen tidak dapat diandalkan sebagai sumber energi hewan untuk jangka waktu lama. Glikogen simpanan akan terkuras habis hanya dalam waktu sehari kecuali kalau dipulihkan kembali dengan mengonsumsi makanan.[9]

  • Peran sebagai materi pembangun

Organisme membangun materi-materi kuat dari polisakarida struktural. Misalnya, selulosa ialah komponen utama dinding sel tumbuhan. Selulosa bersifat seperti serabut, liat, tidak larut di dalam air, dan ditemukan terutama pada tangkai, batang, dahan, dan semua bagian berkayu dari jaringan tumbuhan. Kayu terutama terbuat dari selulosa dan polisakarida lain, misalnya hemiselulosa dan pektin. Sementara itu, kapas terbuat hampir seluruhnya dari selulosa.

Polisakarida struktural penting lainnya ialah kitin, karbohidrat yang menyusun kerangka luar (eksoskeleton) arthropoda (serangga, laba-laba, crustacea, dan hewan-hewan lain sejenis). Kitin murni mirip seperti kulit, tetapi akan mengeras ketika dilapisi kalsium karbonat. Kitin juga ditemukan pada dinding sel berbagai jenis fungi.

Sementara itu, dinding sel bakteri terbuat dari struktur gabungan karbohidrat polisakarida dengan peptida, disebut peptidoglikan. Dinding sel ini membentuk suatu kulit kaku dan berpori membungkus sel yang memberi perlindungan fisik bagi membran sel yang lunak dan sitoplasma di dalam sel.

Karbohidrat struktural lainnya yang juga merupakan molekul gabungan karbohidrat dengan molekul lain ialah proteoglikan, glikoprotein, dan glikolipid. Proteoglikan maupun glikoprotein terdiri atas karbohidrat dan protein, namun proteoglikan terdiri terutama atas karbohidrat, sedangkan glikoprotein terdiri terutama atas protein. Proteoglikan ditemukan misalnya pada perekat antarsel pada jaringan, tulang rawan, dan cairan sinovial yang melicinkan sendi otot. Sementara itu, glikoprotein dan glikolipid (gabungan karbohidrat dan lipid) banyak ditemukan pada permukaan sel hewan.[12] Karbohidrat pada glikoprotein umumnya berupa oligosakarida dan dapat berfungsi sebagai penanda sel. Misalnya, empat golongan darah manusia pada sistem ABO (A, B, AB, dan O) mencerminkan keragaman oligosakarida pada permukaan sel darah merah.

  • Monosakarida.

Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat lain. Monosakarida dibedakan menjadi aldosa dan ketosa. Contoh dari aldosa yaitu glukosa dan galaktosa. Contoh ketosa yaitu fruktosa

.

  • Disakarida dan oligosakarida

Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul monosakarida yang berikatan melalui gugus -OH dengan melepaskan molekul air. Contoh dari disakarida adalah sukrosa, laktosa, dan maltosa.

Polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari banyak sakarida sebagai monomernya. Rumus umum polisakarida yaitu C6(H10O5)n. Contoh polisakarida adalah selulosa, glikogen, dan amilum.

  • Ditemukan di :

    Jagung, nasi, ketela, kentang, dan banyak lagi makanan yang mengandung zat tepung (amilum) termasu sumber karbohidrat.

  • Akibat jika kekurangan:

    Tubuh terasa lemas akibat kekurangan energi.

  1. Lemak

    Lemak atau Lipid tidak sama dengan minyak. Orang menyebut lemak secara khusus bagi minyak nabati atau hewani yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair.

    1 gram lemak menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal. Lemak terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen

    Karena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbon(-CH2-CH2-CH2-)maka lemak mempunyai sifat hydrophob. Ini menjadi alasan yang menjelaskan sulitnya lemak untuk larut di dalam air. Lemak dapat larut hanya di larutan yang apolar atau organik seperti: eter, Chloroform, atau benzol.

  • Fungsi

Secara umum dapat dikatakan bahwa lemak biologis memenuhi 4 fungsi dasar bagi manusia, yaitu:

  1. Penyimpan energi
  2. Transportasi metabolik sumber energi
  3. Sumber zat untuk sintese bagi hormon, kelenjar empedu serta menunjang proses pemberian signal Signal transducing.
  4. Melarutkan vitamin A, D, E, dan K

  • Suber lemak:
  1. Nabati : kacang-kacangan, minyak goreng, dsb
  2. Hewani : daging, telur, susu, dsb
  • Klassifikasi

Ada beberapa model klasifikasi, tetapi disini akan diklasifikasikan berdasarkan kelas dari lemak tersebut.

Lipid

Fungsi primer

Contoh

Asam lemak Sumber energi, biologis prekursor Asam palmitin, asam olein, asam linol
Gliserida Penyimpan energi Trigliserida
Fosfogliserida Komponen dari membran Fosfatidylcholin, Fosfatidylserin, Fosfatidyletanolamin
Badan Keton Sumber energie Aceton, Acetoacetat, ß Hidroxibutyrat
Sfingolipid Komponen dari membran Sfingomyelin(Ceramid) dan Glikosfingolipid(Cerebrosid, Globosid)
Eicosanoida Modulator proses fisiologis Prostaglandin, Thromboxan, Leukotriene, HPETE
Cholesterin Komponen dari membran Cholesterin, Cholesterinester
Hormon steroid Modulator proses fisiologis Aldosteron, Cortisol, Androgen

  1. Protein

    Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti “yang paling utama”) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

    Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

    Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.

    Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih “mentah”, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.

  • Struktur

Struktur tersier protein. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari Bank Data Protein (nomor 1EDH).

Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Sementara itu, struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:

alpha helix (α-helix, “puntiran-alfa”), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;

beta-sheet (β-sheet, “lempeng-beta”), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);

beta-turn, (β-turn, “lekukan-beta”); dan

gamma-turn, (γ-turn, “lekukan-gamma”).

Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.

Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer, (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.

Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah.

Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.

  • Akibat Kekurangan Protein

Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-atlet.

Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:

Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)

Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah:

hipotonus

gangguan pertumbuhan

hati lemak

Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.

  • Sumber protein:
  1. Nabati : kacang-kacangan (kacang tanah, kedelai)dsb
  2. Hewani : daging sapi, daging kambing , daging ayam, telur, susu, keju, ikan, dsb
  1. Vitamin

    Vitamin adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme organisme. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Istilah “vitamin” sebenarnya sudah tidak tepat untuk dipakai dalam pengertian biokimia karena tidak memiliki kesamaan struktur tetapi akhirnya dipertahankan dalam konteks ilmu kesehatan dan gizi. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya “hidup” dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin sama sekali tidak memiliki atom N.

    Sebagai salah satu komponen gizi, vitamin diperlukan memperlancar proses metabolisme tubuh, dan tidak berfungsi menghasilkan energi. Vitamin terlibat dalam proses enzimatik. Tubuh memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan yang sedikit itu diabaikan, akan mengakibatkan terganggunya metabolisme di dalam tubuh kita karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Kondisi kekurang vitamin disebut avitaminosis.

    Pada umumnya vitamin tidak dapat dibuat sendiri oleh hewan (atau manusia) karena mereka tidak memiliki enzim untuk membentuknya, sehingga harus dipasok dari makanan. Akan tetapi, ada beberapa vitamin yang dapat dibuat dari zat-zat tertentu (disebut provitamin) di dalam tubuh. Contoh vitamin yang mempunyai provitamin adalah vitamin D. Provitamin D banyak terdapat di jaringan bawah kulit. Vitamin lain yang disintetis di dalam tubuh adalah vitamin K dan vitamin B12. Kedua macam vitamin tersebut disintetis di dalam usus oleh bakteri.

  • Berbagai vitamin

Vitamin dinamakan menurut nama abjad; namun sekarang dalam praktik mulai ditinggalkan, kecuali beberapa vitamin tertentu, yang terlanjur populer penggunaannya.

Bedasarkan kelarutannya vitamin dibagi menjadi dua kelompok, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin C dan semua golongan vitamin B) dan yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Oleh karena sifat kelarutannya tersebut, vitamin yang larut dalam air tidak dapat disimpan dalam tubuh, sedangkan vitamin yang larut dalam lemak dapat disimpan dalam tubuh.

Pada masa kini berbagai industri farmasi dapat membuat vitamin sintetik yang memiliki fungsi yang serupa dengan beberapa vitamin alami (yang ditemukan dari bahan makanan).

Berikut adalah senyawa-senyawa yang tergolong vitamin alami.

Tahun penemuan vitamin alami dan sumbernya

Tahun penemuan

Vitamin

Nama biokimia

Ditemukan di

1909 Vitamin A Retinol Minyak ikan kod
1912 Vitamin B1 Tiamin Sosohan beras
1912 Vitamin C Asam askorbat Jeruk sitrun
1918 Vitamin D Kalsiferol Minyak ikan kod
1920 Vitamin B2 Riboflavin Telur
1922 Vitamin E Tokoferol Minyak mata bulir gandum, Kosmetika dan Hati
1926 Vitamin B12 Sianokobalamin Hati
1929 Vitamin K Filokuinona Alfalfa
1931 Vitamin B5 Asam pantotenat Hati
1931 Vitamin B7 Biotin    Hati
1934 Vitamin B6 Piridoksina Sosohan beras
1936 Vitamin B3 Niasin    Hati
1941 Vitamin B9 Asam folat Hati

Fungsi dan Akibat jika kekurangan

Vitamin

Fungsi

Akibat jika kekurangan

Vitamin A Pembentukan pigmen penglihatan, memelihara jaringan epitel Rabun Senja, kulit kasar
Vitamin B1 Pembentukan enzim Beri-beri, gengguan saraf
Vitamin C Dibutuhkan untuk kolagen dan jaringan ikat Sariawan, ganguan jaringan ikat, skorbut
Vitamin D Penyerapan kalsium Ricket, gangguan tulang
Vitamin B2 Metabolisme karbohidrat Gangguan pertumbuhan, gangguan kulit
Vitamin E Pertumbuhan dan menjaga sel darah merah Sel darah merah mudah rusak
Vitamin B12 Pembentukan inti sel Anemia
Vitamin K Pembekuan darah Apabila ada luka, darah sukar membeku
Vitamin B5 -
Vitamin B7 -
Vitamin B6 Pembentukan enzim untuk metabolisme lemak Dermatitis, gangguan saraf
Vitamin B3 -
Vitamin B9 -









  1. Mineral
    1. Yodium / Iodium / I

    Zat mineral yodium biasanya terdapat pada garam dapur yang tersedia bebas di pasaran, namun tidak semua jenis dan merk garam dapur mengandung yodium. Yodium berperan penting untuk membantu perkembangan kecerdasan atau kepandaian pada anak. Yodium juga dapat membatu mencegah penyakit gondok, gondong atau gondongan. Yodium berfungsi untuk membentuk zat tirosin yang terbentuk pada kelenjar tiroid.

    1. Phospor / Fosfor / P

    Fosfor berfungsi untuk pembentukan tulang dan membentuk gigi.

    1. Cobalt / Kobal / Kobalt / Co

    Cobalt memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh darah serta pembangun B.

    1. Chlor / Klor / Cl

    Chlor digunakan tubuh kita untuk membentuk HCl atau asam klorida pada lambung. HCl memiliki kegunaan membunuh kuman bibit penyakit dalam lambung dan juga mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.

    1. Magnesium / Mg

    Fungsi atau kegunaan dari magnesium adalah sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin.

    1. Mangaan / Mangan / Mn

    Mangaan berfungsi untuk mengatur pertumbuhan tubuh kita dan sistem reproduksi.

    1. Tembaga / Cuprum / Cu

    Tembaga pada tubuh manusia berguna sebagai pembentuk hemo globin pada sel darah merah.

    1. Kalsium / Calcium / Ca

    Kalsium atau disebut juga zat kapur adalah zat mineral yang mempunyai fungsi dalam membentuk tulang dan gigi serta memiliki peran dalam vitalitas otot pada tubuh.

  • Berikut beberapa manfaat kalsium bagi manusia:
  1. Mengaktifkan saraf
  2. Melancarkan peredaran darah
  3. Melenturkan otot
  4. Menormalkan tekanan darah
  5. Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
  6. Menjaga keseimbangan cairan tubuh
  7. Mencegah osteoporosis (keropos tulang)
  8. Mencegah penyakit jantung
  9. Menurunkan risiko kanker usus
  10. Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
  11. Mengatasi keluhan saat haid dan menopause
  12. Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
  13. Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi
  14. Mengatasi kering dan pecah-pecah pada kulit kaki dan tangan
  15. Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah
  16. Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)

Setelah umur 20 tahun, tubuh manusia akan mulai mengalami kekurangan kalsium sebanyak 1% per tahun. Dan setelah umur 50 tahun, jumlah kandungan kalsium dalam tubuh akan menyusut sebanyak 30%. Kehilangan akan mencapai 50% ketika mencapai umur 70 tahun dan seterusnya mengalami masalah kekurangan kalsium.

Gejala awal kekurangan kalsium adalah seperti lesu, banyak keringat, gelisah, sesak napas, menurunnya daya tahan tubuh, kurang nafsu makan, sembelit, berak-berak, insomnia, kram, dan sebagainya.

  1. Kalium / K

Kalium kita butuhkan sebagai pembentuk aktivitas otot jantung.

  1. Zincum / Zinc / Seng / Zn

Seng oleh tubuh manusia dibutuhkan untuk membentuk enzim dan hormon penting. Selain itu zinc juga berfungsi sebagai pemelihara beberapa jenis enzim, hormon dan aktifitas indera pengecap atau lidah kita.

  1. Sulfur atau Belerang

Zat ini memiliki andil dalam membentuk protenin di dalam tubuh.

  1. Natrium / Na

Natrium adalah zat mineral yang kita andalkan sebagai pembentuk faram di dalam tubuh dan sebagai penghantar impuls dalam serabut syaraf dan tekana osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan cairan yang ada di sekitarnya.

  1. Flour / F

Flour berperan untuk pembentuk lapisan email gigi yang melindungi dari segala macam gangguan pada gigi.

  1. Air
  • Sifat-sifat kimia dan fisikaAir

Informasi dan sifat-sifat

Nama sistematis    : air

Nama alternatif    : aqua, dihidrogen monoksida, Hidrogen Hidroksida

Rumus molekul    : H2O

Massa molar    : 18.0153 g/mol

Densitas dan fase    : 0.998 g/cm³ (cariran pada 20 °C)0.92 g/cm³ (padatan)

Titik lebur    : 0 °C (273.15 K) (32 °F)

Titik didih    : 100 °C (373.15 K) (212 °F)

Kalor jenis    : 4184 J/(kg·K) (cairan pada 20 °C)

Air dalam kehidupan

  • Kehidupan di dalam laut.

Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organic untuk melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.

Makhluk air

  • Artikel utama: Hidrobiologi

Perairan bumi dipenuhi dengan berbagai macam kehidupan. Semua makhluk hidup pertama di Bumi ini berasal dari perairan. Hampir semua ikan hidup di dalam air, selain itu, mamalia seperi lumba-lumba dan ikan paus juga hidup di dalam air. Hewan-hewan seperti amfibi menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air. Bahkan, beberapa reptil seperti ular dan buaya hidup di perairan dangkal dan lautan. Tumbuhan laut seperti alga dan rumput laut menjadi sumber makanan ekosistem perairan. Di samudera, plankton menjadi sumber makanan utama para ikan.

  • Air dan manusia

Peradaban manusia berjaya mengikuti sumber air. Mesopotamia yang disebut sebagai awal peradaban berada di antara sungai Tigris dan Euphrates. Peradaban Mesir Kuno bergantung pada sungai Nil. Pusat-pusat manusia yang besar seperti Rotterdam, London, Montreal, Paris, New York City, Shanghai, Tokyo, Chicago, dan Hong Kong mendapatkan kejayaannya sebagian dikarenakan adanya kemudahan akses melalui perairan.

Air minum

Air yang diminum dari botol.

Artikel utama: Air minum

  • Air dan Manusia

Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan.[12] Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air. Sebagian besar orang percaya bahwa manusia membutuhkan 8–10 gelas (sekitar dua liter) per hari,[13] namun hasil penelitian yang diterbitkan Universitas Pennsylvania pada tahun 2008 menunjukkan bahwa konsumsi sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh. [14] Malah terkadang untuk beberapa orang, jika meminum air lebih banyak atau berlebihan dari yang dianjurkan dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan bila berolahraga atau pada cuaca yang panas.[15]

  • Pelarut

Pelarut digunakan sehari-hari untuk mencuci, contohnya mencuci tubuh manusia, pakaian, lantai, mobil, makanan, dan hewan. Selain itu, limbah rumah tangga juga dibawa oleh air melalui saluran pembuangan. Pada negara-negara industri, sebagian besar air terpakai sebagai pelarut.

Air dapat memfasilitasi proses biologi yang melarutkan limbah. Mikroorganisme yang ada di dalam air dapat membantu memecah limbah menjadi zat-zat dengan tingkat polusi yang lebih rendah.

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan

Gizi yang diperlukan manusia beserta sumber, dan akibat jika kekurangan dapat disimpulkan sebagai berikut:

Nama Zat Gizi

Fungsi

Sumber

Akibat jika kekurangan

Karbohidrat Sumber Energi/kalori Padi, gandum, ketela, dsb Lemah, letih
Protein
  1. Pengganti sel yang rusak.
  2. Berperan dalam pertumbuhan
  3. Pembangun enzim
  1. Nabati : kacang-kacangan (kacang tanah, kedelai)dsb
  2. Hewani : daging sapi, daging kambing , daging ayam, telur, susu, keju, ikan, dsb

Kerontokan rambut, Kwashiorkor, busung lapar, hipotonus, gangguan pertumbuhan hati lemak, marasmus.

Lemak
  1. Penyimpan energi
  2. Transportasi metabolik sumber energi
  3. Sumber zat untuk sintese bagi hormon, kelenjar empedu serta menunjang proses pemberian signal Signal transducing.
  4. Melarutkan vitamin A, D, E, dan K
  1. Nabati : kacang-kacangan, minyak goreng, dsb
  2. Hewani : daging, telur, susu, dsb
Tubuh kurus,
Air
  1. Melarutkan vit B, dan C
  2. Pengatur suhu tubuh

Mata Air

Dehidrasi
VITAMIN
Vitamin A Pembentukan pigmen penglihatan, memelihara jaringan epitel Minyak ikan kod Rabun Senja, kulit kasar
Vitamin B1 Pembentukan enzim Sosohan beras Beri-beri, gengguan saraf
Vitamin C Dibutuhkan untuk kolagen dan jaringan ikat Jeruk sitrun Sariawan, ganguan jaringan ikat, skorbut
Vitamin D Penyerapan kalsium Minyak ikan kod Ricket, gangguan tulang
Vitamin B2 Metabolisme karbohidrat Telur Gangguan pertumbuhan, gangguan kulit
Vitamin E Pertumbuhan dan menjaga sel darah merah Minyak mata bulir gandum, Kosmetika dan Hati Sel darah merah mudah rusak
Vitamin B12 Pembentukan inti sel Hati Anemia
Vitamin K Pembekuan darah Alfalfa Apabila ada luka, darah sukar membeku
Vitamin B5 - Hati ?
Vitamin B7 - ?
Vitamin B6 Pembentukan enzim untuk metabolisme lemak Sosohan beras Dermatitis, gangguan saraf
Vitamin B3 - ?
Vitamin B9 - Hati ?
Mineral
Yodium perkembangan kecerdasan atau kepandaian pada anak.
Phospor pembentukan tulang dan membentuk gigi.
Cobalt membentuk pembuluh darah serta pembangun B.
Chlor
  1. membunuh kuman bibit penyakit dalam lambung.
  2. Juga mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
Magnesium sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin.
Mangaan mengatur pertumbuhan tubuh kita dan sistem reproduksi.
Tembaga pembentuk hemo globin pada sel darah merah.
Kalsium
  1. Mengaktifkan saraf
  2. Melancarkan peredaran darah
  3. Melenturkan otot
  4. Menormalkan tekanan darah
Oestoporosis
Kalium pembentuk aktivitas otot jantung.
Zincum pemelihara beberapa jenis enzim, hormon dan aktifitas indera pengecap atau lidah kita.
Sulfur Zat ini memiliki andil dalam membentuk protenin di dalam tubuh.
Natrium
  1. Sebagai pembentuk faram di dalam tubuh.
  2. Sebagai penghantar impuls dalam serabut syaraf dan tekana osmosis pada sel yang menjaga keseimbangan cairan sel dengan cairan yang ada di sekitarnya.
Flour pembentuk lapisan email gigi yang melindungi dari segala macam gangguan pada gigi.
  1. Saran

    Dengan disusunya semoga pembaca dapat mengambil ilmu yang terkandung dalam makalah ini. Setelah dapat memahami dan mengambil ilmu dari makalh ini pembaca dapat mempraktekan sehingga tubuh dapat sehat.

Kategori:Ilmu Pengetahuan
  1. Athaul Wahid
    20 April 2010 pukul 2:49 PM | #1

    Ass.Wr.Wb.
    Cobalah susun Makanan yang dianggap perlu untuk menjaga stamina tubuh sehingga umurnya bisa mencapai 100 tahun lebih tetapi tetap produktif.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: