Beranda > Ilmu Pengetahuan > Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia

Disusun oleh

Nama    : Muh. Nur Ardian

SMP Negeri 9 Yogyakarta

 

 

  1. What (Peristiwa apa yang terjadi)
    Pertanyaan apa, tidak selalu menggambarkan akibat dari sesuatu tindakan. Adakalanya pertanyaan what merupakan penyebab dari suatu kejadian. What adalah apa yang akan kita tulis. Tema apa yang ingin kita ungkapkan.What yang kita tentukan ini akan menjadi dasar untuk 4W lainnya.

    Who (Siapa yang terlibat)
    Pertanyaan siapa jawabannya biasanya adalah manusia. Unsur siapa selalu menarik perhatian pembaca, apalagi manusia yang menjadi objek berita itu adalah seorang yang aktif di bidangnya. Who harus menjadi bagian yang berkaitan dengan What. Kalau kita ketemu Who yang tidak dikenal target pembaca kita, maka kita harus mengupasnya dengan baik sehingga jelas keterkaitannya dengan What.

    When (Kapan terjadi)

    Unsur waktu yang merupakan jawaban atas pertanyaan kapan terjadi, harus diingat dengan baik oleh jurnalis. Unsur waktu akan mempunyai nilai penting jika bertepatan dengan waktu yang sudah menjadi milik umum. Ini yang sering diabaikan oleh banyak penulis. Kapan kejadiannya akan memberi tambahan informasi dan imajinasi pembacanya.

    Where (Dimana kejadiannya)
    Pertanyaan dimana harus menjelaskan dengan tepat tempat suatu kejadian atau peristiwa berlangsung. Nama tempat harus digambarkan jelas yakni dengan menggambarkan ciri-cirinya. Nama tempat ini perlu dijelaskan, sebab kasus yang sama bisa pula terjadi di tempat lain. Meski kelihatannya sepele, tempat kejadian ini punya makna.

    Why (Mengapa terjadi)
    Pertanyaan mengapa, harus menjelaskan latar belakang suatu peristiwa/kejadian yang dijadikan objek berita oleh jurnalis.

    How (Bagaimana kejadiannya)
    Pertanyaan Bagaimana harus menggambarkan keadaan atau proses dan suasana atas sebuah peristiwa yang terjadi. Fakta-fakta yang terkait dengan proses terjadinya sesuatu itu harus dicatat dengan sebaik-baiknya oleh jurnalis.

     

Dari penjabaran 5W + 1H diatas diperoleh bahwa hal tersebut penting tercantum dalam suatu berita karena untuk mempermudah para jurnalis dalam menyusun berita yang hendak disamapiakan, oleh karena itu berita yang diampaikan menjadi lebih lengkap, dan tajam. Selain itu 5W + IH diperlukan untuk pembaca lebih mudah dalam mendapatkan informasi yang lengkap.

  1. Sebutkan ciri-ciri gfakta dan opini!

    Ciri-ciri fakta dan opini

Aspeknya

Ciri-ciri Opini

Ciri-ciri Fakta

Isi

Isi opini merupakan hasil pemahaman dan penilaian seseorang mengenai sesuatu hal (hal, peristiwa atau kejadian).

Isi fakta merupakan suatu peristiwa atau kejadian, benda, orang, atau entitas faktual lainnya dan selalu bersifat faktual.

Kebenaran

Kebenaran opini bersifat relatif bergantung pada waktu dan tempat, sudut pandang, dan bukti-bukti pendukung yang relevan.

Kebenaran suatu fakta seperti apa adanya

sesuai dengan konteksnya masing-masing.

Cara Pengungkapan

Berupa kalimat berita atau pernyataan

Berupa kalimat berita atau pernyataan

Wujud

Pengungkapan dalam kalimat berita atau pernyataan. Contoh ; Pada Tahun 2012, bumi diperkirakan akan hancur dan seluruh makhluk hidup akan mati akibat dari pergeseran lempengan bumi yang sangat besar.

Dalam kalimat berita atau pernyataan. Contoh ; Pada tanggal 27 November 2009,

Shalat Idul Adha yang dilaksanakan di daerah Kecamatan Situraja tepatnya di Mesjid Agung Situraja berjalan dengan lancar.

Manfaat

Bagi pendengar atau pembaca, opini membantu memahami sesuatu yang diuraikan dalam berita ataupun laporan

Bagi pendengar atau pembaca, fakta berguna untuk melengkapi informasi dan menambah pemahaman suatu konsep tertentu.

 

  1. Apa perbedaan Kritik, saran dan pendapat?

    Kritik adalah masalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan.

    Saran berarti solusi untuk mencari jlan keluar setelah mengkritik.

    Pendapat juga disebut opini. Dikenal public opinion atau pendapat umum
    dan general opinion atau anggapan umum. Opini merupakan persatuan (sintesis)
    pendapat-pendapat yang banyak; sedikit banyak harus didukung orang banyak
    baik setuju atau tidak setuju; ikatannya dalam bentuk perasaan/emosi; dapat
    berubah; dan timbul melalui diskusi social.

     

  2. Apa perbedaan simpulan dan kesimpulan?

    Simpulan secara harfiah berarti ikhtisar (dari suatu pendapat atau suatu kejadian) berdasarkan apa-apa yang diuraikan di dalam karangan, pidato, dan sebagainya.

    Kesimpulan merupakan sebuah gagasan yang tercapai pada akhir pembicaraan. Dengan kata lain, kesimpulan adalah hasil dari suatu pembicaraan.

     

  3. Apa sistematis laporan?

     

    1.Tahap Persiapan
    Pada tahap awal ini harus terjawab beberapa pertanyaan penting seperti hal apa yang akan dilaporkan ? Mengapa hal itu harus dilaporkan ? Kapan laporan akan disampaiakan ? Data apa yang penting, baik sebagai data utama maupun data pendukung ? Dengan terjawabnya beberapa pertanyaan ini, maka akan dapat dirumuskan secara jelas latar belakang dan masalah laporan, tujuan laporan, target waktu laporan, data yang relevanuntuk disajikan, dan sumber-sumber data.
    2. Pengumpulan dan Penyajian Data
    Setelah itu, langkah berikutnya adalah merencanakan pengumpulan dan penyajian data. Dalam proses pengumpulan harus selalu mengacu pada permasalahan dan tujuan yang telah ditetapkan. Data yang diperoleh dari berbagai sumber, baik sumber primer maupun sumber sekunder. Setelah dikumpulkan, kemudian data itu dikelompokkan, data mana yang menjadi bahan utama dan data pendukung atau penunjang.
    dan penyajian data
    3. Sistematika Laporan
    Tahap berikutnya adalah menentukan bagian-bagian utama laporan atau lazim disebut sistematika laporan, kemudian sub-sub bagian laporan yang nantinya akan dijabarkan lebih lanjut dalam kalimat-kalimat.
    4. Penulisan Laporan
    Pada tahap penulisan laporan harus mengacu pada sistematika yang telah ditetapkan sehingga laporan tersebut dapat tersaji secara runtut, mudah dipahami, dan enak dibaca.

    4 Tanggapan ke “Tata Cara Penyusunan Laporan”

     

  4. Apa perbedaan surat dinas dan surat pribadi?

     

    1. Format surat pribadi
      1. Kota dan tanggal surat.
      2. Nama dan alamat penerimaan surat (sering kali tidak ditulis karena biasanya sudah dicantumkan pada amplop surat).
      3. Salam pembuka.
      4. Paragraf pembuka.
      5. Isi surat.
      6. Paragraf penutup.
      7. Salam penutup.
      8. Nama dan tanda tangan pengirim surat.

       

    2. Isi surat pribadi

      Apabila kamu menulis surat pasti mempunyai maksud atau tujuan. Maksud atau tujuan tersebut, biasanya tercantum dalam isi surat. Isi surat pribadi dapat bermacam- macam hal

      atau keperluan.

       

    1. Format surat Resmi

Kepala surat yang ditulis lengkap terdiri atas (a) nama instansi, (b) alamat lengkap, (c) nomor telepon, (d) nomor kotak pos, dan (e) lambang atau logo. Pada contoh di atas, kelima unsur tersebut ada pada kepala surat

Dalam penulisan kepala surat hal-hal berikut perlu diperhatikan.

1. Nama instansi tidak disingkat, misalnya Osis, tetapi Organisasi Sekolah Intra Sekolah

2. Kata jalan tidak disingkat dengan Jl. atau Jln., tetapi Jalan

dengan J kapital.

3.Kata telepon hendaknya ditulis dengan cermat, telepon; bukan tilpun, telpun, dan tidak disingkat menjadi Telp atau Tlp.

4 Kata kotak pos hendaklah ditulis dengan cermat, yaitu Kotak Pos; jangan disingkat menjadi Kotpos. Jangan pula kamu
gunakan P.O. Box atau Post Office Box.

5 Kata telepon dan kotak pos diikuti oleh nomor tanpa diantarai dengan tanda titik dua (:), sedangkan nomor-nomor yang mengikutinya ditulis dengan tanpa tanda titik atau spasi pada setiap hitungan tiga angka karena bukan merupakan

tanggal penulisan surat

Tanggal surat ditulis lengkap, yaitu tanggal ditulis dengan angka, bulan ditulis dengan huruf yang diawali huruf kapital, dan tahun ditulis dengan angka. Sebelum tanggal tidak dicantumkan nama kota, karena nama kota sudah ada pada kepala surat. Setelah tanggal tidak ada tanda baca.

Berikut contoh penulisan tanggal yang salah

Surabaya : 16 Januari 2008

Surabaya, 16 Januari 2008

16 -01-2008

16 Jan 2008

nomor, lampiran, dan hal surat

Kata nomor, lampiran, dan hal ditulis dengan diawali huruf kapital dan diikuti dengan tanda titik dua (:) yang ditulis secara estetik sesuai dengan panjang ketiga kata tersebut.

Kata nomor dan lampiran dapat disingkat secara taat asas dengan No. dan Lamp.

Penulisan Nomor Yang Salah

Penulisan Nomor Yang Benar

Nomer: 110/U/OSIS/2007,-

Nomor: 110/U/OSIS/2007

No: 110/U/OSIS/2007,

No: 110 / U /OSIS / 2007

Nomor: 110/U/OSIS/2007

Nomor: 110.U.OSIS.2007

Kata Lampiran atau Lamp. diikuti tanda titik dua (:) dan disertai jumlah barang yang dilampirkan. Jumlah barang ditulis dengan huruf, bukan dengan angka, dan tidak diakhiri dengan tanda baca. Awal kata yang menyatakan jumlah ditulis dengan huruf kapital.

Penulisan Lampiran Yang Tidak Dianjurkan

Penulisan Lampiran Yang dianjurkan

Lampiran: 1 berkas

Lampiran: Satu berkas

Lamp: 1 (Satu) berkas

Lamp: Satu berkas

Kata hal diikuti oleh tanda titik dua dan disertai dengan pokok surat yang diawali dengan huruf kapital tanpa diberi garis bawah dan tidak diakhiri tanda baca. Pokok surat hendaknya dapat menggambarkan pesan yang ada pada isi surat.

Penulisan Hal Yang Tidak Dianjurkan

Penulisan Hal Yang dianjurkan

Hal : Permohonan Izin mengadakan studi banding

Hal : Permohonan izin

Hal : Perpanjangan Izin Penelitian

Hal : Permintaan data lomba desa

2008

Hal : Perpanjangan izin penelitian

Hal : Permintaan data lomba desa 2008

Hal : Petunjuk Pembinaan Desa

Tertinggal

Hal : Petunjuk pembinaan desa tertinggal

alamat tujuan

Dalam menuliskan alamat surat, hal-hal berikut perlu diperhatikan.

1. Penulisan nama penerima surat harus cermat dan lengkap sesuai dengan kebiasaan si pemilik nama menulis namanya.

2. Nama diri penerima surat ditulis dengan huruf kapital pada awal setiap unsurnya, bukan huruf kapital semua.

3. Penulisan alamat surat juga harus cermat, lengkap, dan informatif.

. Untuk menyatakan yang terhormat pada awal nama penerima surat cukup ditulis Yth. Dengan huruf awal huruf kapital disertai dengan tanda titik. Penggunaan kata kepada sebelum nama diri tidak diperlukan karena kepada merupakan kata penghubung antar bagian kalimat yang menyatakan arah. Alamat pengirim juga tidak perlu memakai kata dari yang menyatakan asal.

5. Kata Saudara ditulis dengan disingkat, Sdr., sedangkan kata Bapak dan Ibu ditulis lengkap, tanpa disingkat.

6. Jika nama orang yang dituju bergelar akademik sebelum namanya, seperti Dr., dr., atau Drs., atau memiliki pangkat seperti kolonel atau kapten, kata sapaan Bapak, Ibu, Sdr tidak digunakan.

7. Jika yang dituju nama jabatan seseorang, kata sapaan tidak digunakan agar tidak berhimpit dengan gelar, pangkat, atau jabatan.

8. Kata jalan pada alamat surat tidak disingkat. Alamat yang lebih sempit dengan alamat yang lebih luas tingkatannya diantarai dengan tanda koma.

9. Nama alamat yang dituju hendaklah nama orang yang disertai dengan nama jabatannya, atau nama jabatannya saja, dan bukan nama instansinya.

Penulisan Alamat yang Tidak Dianjurkan

Penulisan Alamat yang Dianjurkan

KEPADA

Yth. Bpak. Biro Tata Usaha

Kantor Pemda Tingkat I Jatim

Jln. Pahlawan Nomor 2

SURABAYA

Kepala Biro Tata Usaha

Kantor Pemerintah Daerah

Kantor Pemerintah Daerah

Tingkat I

Propinsi Jawa Timur

Jalan Pahlawan 2

S u r a b a y a

salam pembuka dan penutup

Contoh salam pembuka adalah sebagai berikut:

Salam sejahtera,

Saudara…,

Ibu… yang terhormat,

Di samping itu ada salam yang bersifat khusus,

Assalaamu’alaikum W.W.,

Salam Pramuka,

Salam Perjuangan,

Merdeka,

Salam penutup yang lazim adalah sebagai berikut.

Hormat saya,

Hormat kami,

Salam takzim,

Wassalam,

isi surat (tubuh surat)

Secara garis besar, isi surat dapat dikelompokkan menjadi bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup.

Contoh bagian pembuka

1. Pada tanggal 5 Februari 2007 kami akan menyelenggarakan lomba pembacaan puisi. Tujuan lomba adalah ….

2. Pernyataan Saudara yang tertera pada surat Saudara tanggal 25 Januari 2007, No. 29/Pr./H/I/2007 akan kami jawab sebagai berikut.

Contoh bagian penutup

1. Atas perhatian Saudara kami sampaikan terima kasih.

2. Demikian permohonan kami. Atas perhatian dan perkenan Bapak, kami menyampaikan terima kasih.

Contoh penulisan paragraf penutup yang tidak dianjurkan:

1. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.

2. Demikian harap maklum.

3. Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, dihaturkan beribu-ribu terima kasih.

 

Penulisan pengirim surat perlu memperhatikan hal-hal berikut

1. Nama tidak perlu ditulis dengan huruf kapital seluruhnya, cukup ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama tiap unsurnya.

2. Nama tidak perlu diberi tanda kurung, digarisbawahi

 

Kebenaran

Cara pengungkapan

Wujud

Manfaat

Kategori:Ilmu Pengetahuan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: